Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Bandar Lampung, pada Desember 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,44 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,40 pada Desember 2024 menjadi 107,87 pada Desember 2025. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,43 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,44 persen.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya enam indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,29 persen; kelompok transportasi sebesar 1,28 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 3,78 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,78 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,99 persen. Selanjutnya terdapat lima kelompok mengalami deflasi y-on-y yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,19 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,00 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,98 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 16,98 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain: emas perhiasan, cabai merah, cabai rawit, kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, beras, susu cair kemasan, mobil, sewa rumah, roti manis, sigaret kretek mesin (SKM), es, kopi bubuk, tahu mentah, sekolah dasar, pepaya, bimbingan belajar, roti tawar, dan bawang merah.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Desember 2025, antara lain: cabai rawit, emas perhiasan, susu cair kemasan, cumi-cumi, bensin, roti tawar, bawang merah, bawang putih, tempe, ikan lele, makanan hewan peliharaan, pengharum cucian/pelembut, makanan ringan/snack, ikan layang/benggol, jeruk, minyak goreng, apel, wortel, dan tepung bumbu.
Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,98 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32 persen; kelompok transportasi sebesar 0,14 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,43 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,18 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen.
Tim Pengendali Inflasi Daerah - Kota Bandar Lampung
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan satuan khusus yang bertugas menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di Kota Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung
Jl. Dr.Susilo No.2 Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung
(0721) 456-7890
diskominfo@bandarlampungkota.go.id
© TPID KOTA BANDAR LAMPUNG 2026. All Rights Reserved.